Suku Sasak Lombok punya cerita,
Bicara tentang suku sasak banyak menyimpan budaya unik khususnya proses perkawinian yang dilakukan dengan cara menculik calon istri oleh calon suami yang disebut dengan istilah kawin culik. Tapi tentu, penculikan calon istri dilakukan berdasarkan aturan main yang telah disepakati bersama melalui lembaga adat. Kawin culik ini dilakukan pada malam hari karena penculikan pada siang hari dilarang keras oleh adat karena dikhawatirkan penculikan pada siang hari akan mudah diketahui oleh orang banyak termasuk juga rival-rival dari sang penculik yang juga menghasratkan sang gadis untuk menjadi istrinya dan menjaga agar tidak sampai bocor ketelinga orang tua si gadis. Sebelum acara penculikan dilakukan kedua pihak sudah sepakat untuk menikah, kemudian pasangan mengatur jadwal penculikan dan harus benar-benar dirahasiakan.
Setelah penculikan berhasil kemudian calon suami menyembunyikan calon istrinya ke rumah sanaq saudaranya untuk melakukan acara pengenalan keluarga dari calon suami ke calon istrinya, yang biasa disebut mangan merangkat.
Sehari sesudah penculikan barulah pihak dari laki-laki memberitau kepada keluarga calon istrinya bahwa anaknya telah dipersunting. perundingan dilakukan guna membicarakan kelajutan upacara-upacara adat perkawinan serta segala sesuatu yang dibutuhkan dalam perkawinan. Dalam hal ini yang pertama-tama harus diselesaikan adalah acara akad nikah dan puncak dar acara penculikan ini dengan sorong doe, yakni saat di mana rumah kediaman orang tua si gadis akan kedatangan rombongan dari keluarga mempelai lelaki. Kedatangan rombongan sorong doe ini disebut nyongkol.





Wahhhhh unik ne
BalasHapusJadi pengen lebih tau lombok
Terimakasih informasinya
Wahhhhh unik ne
BalasHapusJadi pengen lebih tau lombok
Terimakasih informasinya
Ternyata adat suku sasak tu unik semua.. mari kita lestarikan
BalasHapusTerimakasihh sudah mau membaca
BalasHapussangat bermanfaat dan menambah wawasan
BalasHapus