Suku Sasak Lombok punya cerita, Bicara tentang suku sasak banyak menyimpan budaya unik khususnya proses perkawinian yang dilakukan dengan cara menculik calon istri oleh calon suami yang disebut dengan istilah kawin culik. Tapi tentu, penculikan calon istri dilakukan berdasarkan aturan main yang telah disepakati bersama melalui lembaga adat. Kawin culik ini dilakukan pada malam hari karena penculikan pada siang hari dilarang keras oleh adat karena dikhawatirkan penculikan pada siang hari akan mudah diketahui oleh orang banyak termasuk juga rival-rival dari sang penculik yang juga menghasratkan sang gadis untuk menjadi istrinya dan menjaga agar tidak sampai bocor ketelinga orang tua si gadis. Sebelum acara penculikan dilakukan kedua pihak sudah sepakat untuk menikah, kemudian pasangan mengatur jadwal penculikan dan harus benar-benar dirahasiakan. Setelah penculikan berhasil kemudian calon suami menyembunyikan calon istrinya ke rumah sanaq saudaranya untuk melakukan acara pengenala...
Keberagaman suku bangsa di indonesia merupakan kekayaan luhur yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa.ragam budaya,adat, dan tradisi mengisi tiap jengkal bumi nusantara.namun, sekarang budaya lokal semakin tergerus karena generasi muda yang seharusnya menjadi pewaris lebih condong terhadapat budaya-budaya asing yang baru.fanatisme terhadap budaya mulai hilang dan cenderung membenci kebudayaan luhurnya. Lombok sebagai salah satu lumbung kebudayaan nasional mulai mengalami penurunan terhadap apresiasi dan pelestarian budaya,disebabkan arus globalisasi yang terus menghantam gumi sasak tercinta.Maka diperlukan suatu bentuk kecintaan,pengabdian,dan pelestarian budaya yang berwujud PIAGAM.. Pada tanggal 26 Desember 2015 tokoh -tokoh masyarakat dan penggagas piagam gumi sasak yaitu Dr. H. L., Agus Fathurraman, dengan maksud agar orang sasak tau jati dirinya, secara independen tanpa bantuan pemerintah mencetuskan pernyataan sikapnya, yang disebut sebagai Piagam Gumi S...